Friday, 12 August 2016

Ayat Berdarjat Tinggi

Pelajar-pelajar yang Rajin menelaah, 

AYAT BERDARJAT TINGGI/PENANDA WACANA
1. HALAKAH-KALANGAN/GOLONGAN
2.WAHANA-SALURAN
3.PRAKARSA-LANGKAH/CARA/INISIATIF
4. MASLAHAT-BAIK
5.BOBROK-BURUK/ROSAK
6.SEYOGIA-SEHARUSNYA/SEPATUTNYA
7.ASPIRASI-CITA-CITA/HARAPAN
8.SIGNIFIKAN-PENTING
9.OBLIGASI/AKAUTABALITI-TANGGUNGJAWAB
10.IZHAR-JELAS
11.MODUS OPERANDI-LANGKAH/CARA/USAHA
12.ORDE BARU DUNIA-PERATURAN BARU DUNIA
13.KONTEMPORARI-MASA KINI
14.SINERGI-BERKERJASAMA
15.STRATA-LAPISAN
16.USLUB-CARA
17.AKHIRULKALAM-SEBAGAI PENUTUP
18.DANGKAL-TIDAK MEMPUNYAI PENGETAHUAN YANG MENDALAM
19.DIIMPLIMENTASIKAN-DILAKSANAKAN
20.DIINTERPRETASIKAN-DITAFSIRKAN
21.DOMINAN-BERKUASA BESAR
22.AUTORITI-KEKUASAAN
23.KEKANGAN/KEMELUT-MASALAH
24.CAKERA BUANA-RODA DUNIA
25.KONTEMPORARI-MASA KINI
26.IMPLISIT-SECARA TIDAK LANGSUNG
27.EKSPLIT/KONOTASI-SECARA JELASNYA
28.HENDONISME-SIKAP MENGUTAMAKAN KESERONOKAN
29.HETEROGEN/VARIASI/ANEKA-PELBAGAI
30.ENTITI MITHALI/USWAH-TELADAN YANG BAIK
31.EVASIF-SIKAP MENGELAK DARI TANGGUNGJAWAB
32.SWADAYA-SELURUH KEKUATAN
33.PRAGMATIK-PRAKTIKAL
34.PARADIGMA-KEAZAMAN
35.GHALIBNYA-LAZIMNYA
36.LUWES-TIDAK TERLALU MENGONGKONG
37.HOLISTIK/SYUMUL-MENYELURUH
38.MEMENIFESTASIKAN-MENUNJUKKAN
39.KASUS-PERKARA
40.ANALOGI-PERBANDINGAN
41.STIGMA/PERSEPSI-PANDANGAN
42.KOMPETITIF-BERDAYA SAING
43.OPTIMIS-SANGKAAN BAIK TERHADAP SESUATU
44.KUDSI/NIRMALA-SUCI
45.GARAP-CAPAI
46.SOFISTIKATED-CANGGIH
47.INTROSPEKTIF-MUHASABAH
48.ALHASIL-AKHIRNYA/KESANNYA
49.ATMA-JIWA

50.SONGSONG-SONGSANG

Tuesday, 15 September 2015

Sunday, 14 June 2015

Ramadan Datang Lagi

Ramadan semakin hampir. Buatlah persiapan untuk menyambut kedatangannya.

Taksonomi Bloom

Taksonomi Bloom

Pengetahuan (Knowledge)
Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb. Sebagai contoh, ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas, orang yg berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari kualitas, karakteristik produk yang berkualitas, standar kualitas minimum untuk produk.

Pemahaman (Comprehension)
Berisikan kemampuan mendemonstrasikan fakta dan gagasan mengelompokkan dengan mengorganisir, membandingkan, menerjemahkan, memaknai, memberi deskripsi, dan menyatakan gagasan utama
·         Terjemahan
·         Pemaknaan
·         Ekstrapolasi
Pertanyaan seperti: Membandingkan manfaat mengkonsumsi apel dan jeruk terhadap kesehatan

Aplikasi (Application)
Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dsb di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentang penyebab meningkatnya reject di produksi, seseorang yg berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk fish bone diagram.

Analisis (Analysis)
Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisis informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yg rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya reject, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yg ditimbulkan.

Sintesis (Synthesis)
Satu tingkat di atas analisis, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yg dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat reject di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk.

Evaluasi (Evaluation)
Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yg ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas harus mampu menilai alternatif solusi yg sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas, urgensi, nilai manfaat, nilai ekonomis, dsb.


Gred SPM



Gred
Baharu
Markah
Nilai GPK
Nilai
PNG
Tahap
A+
90 – 100
1
4.0
CEMERLANG TERTINGGI
A
80 – 89
1
3.75
CEMERLANG TINGGI
A-
70 -79
2
3.50
CEMERLANG
B+
65 – 69
3
3.25
KEPUJIAN TERTINGGI
B
60 – 64
4
3.00
KEPUJIAN TINGGI
C+
55 – 59
5
2.75
KEPUJIAN ATAS
C
50 – 54
6
2.50
KEPUJIAN
D
45 – 49
7
2.25
LULUS ATAS
E
40 – 44
8
2.00
LULUS
G
0 – 39
9
1.75
GAGAL
Nada Sajak Sering kali, pelajar beranggapan bahawa terdapat beberapa nada dalam sesebuah sajak. Misalnya, nada romantis pada rangkap pertama dan nada sinis pada rangkap kedua. Anggapan ini kurang tepat. Hal ini kerana hanya ada satu nada sahaja bagi sebuah sajak.
Terdapat lima nada sajak.

a)     Nada patriotik, nada melankolik, nada sinis, nada romantis, nada protes. Nada patriotik ialah nada yang paling mudah dikenal pasti oleh pelajar. Mudah sahaja, kerana penyajak menggunakan idea dan perasaan yang mencintai negara, menentang penjajahan atau menggambarkan kasih bangganya kepada kemajuan negara.

b)       Nada sinis juga boleh dikenal apabila penyajak menyindir manusia atau mana-mana pihak dalam sesuatu isu tertentu. Jelasnya, penyajak berasa kurang puas hati terhadap mana-mana pihak tetapi tidak menggambarkan kemarahannya. Sebaliknya, unsur sindiran yang digunakan.

c)      Nada protes pula dapat dikenal sekiranya penyajak marah dan menggunakan kata-kata yang menggambarkan rasa geram terhadap sesuatu isu atau pihak.

d)      Nada melankolik jarang ditemui kini kerana penyajak akan meluahkan rasa sedih, pilu dan hiba dalam seluruh sajak. Biasanya, berkaitan dengan isu kehilangan orang tersayang atau kecewa dalam percintaan.


e)      Nada romantis merupakan nada yang paling lazim kerana nada ini terdapat dalam kebanyakan sajak iaitu sajak-sajak berkaitan kehidupan harian, kisah silam atau pengamatan penyajak terhadap alam atau manusia. Oleh sebab itu, nada sajak romantis kurang ditanya dalam peperiksaan.
 

Glosari Sastera

Memaparkan catatan dengan label Glosari Sastera. Papar semua catatan 29 APRIL 2010 Glosari Istilah Gaya Bahasa
 1. Anafora-pengulangan kata pada awal baris. Contohnya, Tiap insan mengecap nikmat merdeka, Tiap saat menghirup segar uadara kebebasan,

2. Epifora-pengulangan perkataan pada akhir baris. Contohnya, Fajar hilang ditelan sibuk kota, Tawaku kemarau di dada kota,

 3. Responsif-pengulangan kata pada tengah baris. Contohnya, Kemerdekaan adalah milik kami, Kebebasan adalah impian semua,
 4. Hiperbola- gaya bahasa perbandingan yang menggambarkan sesuatu secara berlebihan-lebihan. Contohnya, Darah mengalir menganak sungai, Dia berendam air mata.

5. Hybrid-penggabungan dua patah kata. Contohnya, menyinarresap, sedihpilu.

 6. Inversi-pembalikan kata iaitu urutan kata yang menyimpang daripada kebiasaan supaya menjadi baris yang lebih menarik dan menghasilkan kesan tertentu. Contohnya,terasa sekali dingin angin.

 7. Metafora-gabungan kata yang menerbitkan makna yang lain daripada makna asal. Pada kebiasaannya, mengandungi 2 patah perkataan gabungan kata konkrit dan abstrak. Contohnya, jentera ingatan, gunung harapan,fajar cemerlang.

8. Personifikasi- gaya bahasa perbandingan yang memberikan sifat manusia kepada benda,haiwan dan tumbuhan. Contohnya, hatiku dimamah sepi, mentari tersenyum riang.

9. Simbolik-juga dikenali sebagai perlambangan. Melukiskan sesuatu dengan menggunakan benda lain sebagai lambang. Contohnya,’merpati’ melambangkan ‘kebebasan’ dan ‘gunung’ melambangkan ‘cita-cita.’

10. Simile- gaya bahasa perbandingan yang digunakan untuk membandingkan sesuatu yang lain dengan menggunakan kata-kata perbandingan iaitu umpama,bak,bagai,macam,laksana. Contohnya, ibuku bagaikan pelita, dia berjalan laju seperti angin

11. Perbandingan terus Gaya bahasa perbandingan yang tidak menggunakan kata bak, seperti, bagaikan, umpama, macam, laksana. Contohnya, tanahair adalah ibundaku, guruku mentari bersinar.

 12. Sinkof-kata singkatan. Contohnya, nak, saja, kau, tak, dah.

13. Kata ganda- kata yang digandakan seperti rumah-rumah, bukit-bukau, warna-warni, daun-daun.

 14. Alusi- penggunaan nama tokoh manusia dengan membawa maksud tertentu. Contohnya, Dengan langkah Hang Tuah, dia melonjakkan nama negara.

 15. Asonansi – pengulangan bunyi vokal dalam baris. Contohnya, asonansi a, mereka mencipta jaya.


16. Aliterasi – pengulangan bunyi konsonan dalam baris. Contohnya, aliterasi k, akan kukendong impian keluar